WHAT IS THE TREND ?




Di kawasan wisata ekologi sungai Mudal, di dusun Banyunganti, desa Jatimulyo, kecamatan Girimulyo, kabupaten Kulon Progo ada restoran kuliner unik yang disebut dawet sambel. Berbeda dengan dawet pada umumnya, yang memiliki rasa manis, cabai dawet terasa lebih pedas dan asin.

Adanya rasa pedas dan asin itu karena penyajian dawet ini, komposisinya juga ditambah beberapa sayuran seperti kedelai mentah, kol dan seledri yang kemudian ditutup dengan kelapa dan saus kacang.

"Penyajiannya hampir sama dengan dawet lainnya, ada santan dan gula merah, yang membuat perbedaan dalam saus dawet ini, ada lebih banyak sayuran dan saus kacang, sehingga memiliki rasa lebih asin dan pedas," kata salah satu pedagang dawet sambel di Wisata Alam Sungai Mudal, Sukilah, Jumat (8/8/2019).

Selain rasanya yang unik, harga yang ditetapkan untuk dapat mencicipi dawet juga menarik. Karena sepiring cabai dawet hanya memiliki harga Rp3.000. Dengan harga yang sangat terjangkau, niscaya akan membuat Dawet Sambal semakin menarik bagi masyarakat.

Menurut Sukilah, mulai dari tua dan muda hingga anak-anak yang bepergian di sepanjang Sungai Mudal, mereka sering datang ke stand untuk membeli kuliner unik ini. "Dulu, beberapa orang datang yang hanya ingin mencoba sambal dawet, katanya, penasaran dengan cita rasa unik dawet ini," katanya.

Ara Sutrisno, seorang turis dari Sungai Mudal yang mencoba Sambal Dawet, mengatakan dia terkejut ketika pertama kali mencoba kuliner unik ini. Menurutnya, rasa pedas dan asin cabai dawet sangat kuat dan cocok dengan lidahnya.

"Ini pertama kali saya mencobanya, ternyata rasanya enak, pedas, juga enak, dan harganya sangat murah, cocok untuk kantong pelajar," kata wanita asal Sumatra itu.

Hal yang sama kata Triyanti. Bahkan, wanita dari Distrik Wates mengakui bahwa dia sengaja datang ke Sungai Mudal hanya untuk mencoba Dawet Sambal. "Citarasanya unik, ada juga yang sedikit manis, tapi lebih pedas dan enak," katanya.




Post a Comment

Lebih baru Lebih lama
test banner