WHAT IS THE TREND ?


Batu Lobang di Pantai Komang adalah salah satu destinasi di Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara. Tempat wisata ini begitu unik.

Batu lobang. Apa itu Batu Lobang? Batu yang berlubang? Apa istimewanya?

Saat ke Pulau Enggano, jangan lupa ke Batu Lobang. Lokasinya di Pantai Komang yang ada di sebelah utara Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara.

Berangkatnya dari Desa Banjarsari memakai perahu. Jika ingin berangkat kesana, disarankan pergi dari pagi hari. Jangan lupa mengamati cuaca, karena jika air lautnya pasang maka akan sulit berenang nantinya karena arus yang deras.

Keinginan ini baru terkabul di minggu terakhir di Enggano, setelah kurang lebih 3 minggu Kuliah Kerja Nyata di pulau tersebut. Karena kami menemani DPL ke Banjarsari, kami jadi tahu kalau teman-teman kami mau berangkat ke Batu Lobang besoknya, dan karena itu juga rombongan kami punya waktu untuk nanya-nanya bagaimana caranya pergi ke Batu Lobang.

Beruntungnya kami, kami bisa berangkat sehari setelah anak-anak dari Banjarsari. Karena kapalnya punya BUMDES alias badan usaha masyarakat desa, cuma ada satu jadi nggak bisa ramai-ramai banget. Satu kapal bisa muat ber-14, dikurang 2 sama yang punya kapal jadi bisa angkut 12 orang sih, tapi untuk berangkat hari Senin udah full, makanya kami bisanya hari Selasa. Untungnya, bensin sudah masuk hari Minggu lalu, jadi untuk bahan bakar.

Buat ke Komang, nggak perlu bawa bekal banyak-banyak karena nanti dicarikan ikan sama yang punya kapal. Yang susah itu cari jeruk nipis buat sambal kecap, karena tidak ada yang tanam. Sayur mayur ada yang jual, tapi kadang-kadang jika hasil kebunnya belum panen dan kapal dari Bengkulu belum datang buat supply, ya jadi langka deh.

Pagi hari sebelum berangkat, rombongan singgah di Banjarsari dan saya disarankan untuk meminjam sepatu karet khusus karena jika berenang di antara karang yang tajam, kaki bisa luka. Nggak kebayang kalau sampai luka. Untuk preventif, jangan lupa sediakan kotak P3K. Selain buat foto, gadget lain sebaiknya ditinggal supaya meminimalisir risiko ketinggalan dan rusak terkena air laut.

Akhirnya sekitar pukul 09.00 WIB kami naik perahu dan berangkat. Ini pengalaman pertamaku naik perahu kecil dan berangkat ke pantai antah berantah. Extraordinary travelling banget hehe. Awalnya masih kelihatan jelas dasar lautnya, lama kelamaan makin jauh dari daratan dan merasakan sensasi mengendarai ombak.
 
 
 

Setelah beberapa lama di tengah laut, kami mulai mendekat lagi ke darat. Warna-warni laut membuat kami hening menikmati keindahan alam. Ada yang warnanya hijau saja, ada yang biru muda, ada yang biru tua, ada yang bening. Paling cantik sih pas jadi warna biru tosca. Karena ada ganggang dan rumput laut, jadi mau nggak mau mesinnya dimatikan dan perahunya didorong. Kemudian kami sampai di titik dimana harus menyambung perjalanan dengan berjalan kaki. Pantainya banyak karang, jadi lanjutnya jalan kaki.

Perahu kemudian ditambatkan dan kami lanjut jalan kaki. Di pinggir pantai banyak sekali kerang unik. Kayak di film Spongebob yang kerang ajaib itu, ada banyak banget di pantai, dengan kondisi dan warna yang berbeda-beda. Oh iya aku sempat liat ular laut juga, warnanya hitam putih. Posisinya dia menjauh ke kami sih. Karena ini alam liar, hati-hati ya gengs, jangan sampai terluka.

Kita pun sudah sampai. Ternyata ini Batu Lubang. Seperti gerbang kecil di pinggir laut. Kami makin mendekat, dan tampaklah laguna dengan air jernih di sana. Beberapa ikan kecil juga nampak di sana. Saya pengen buru-buru nyebur, tapi capek juga jalan kaki. Total waktu perjalanan sekitar 1,5 jam.

Matahari sudah tinggi, tapi kami tidak peduli. Nyebur dulu pokoknya. Hemm airnya dingin. Karangnya memang banyak banget, dan saya bersyukur dipinjamin sepatu. Karena lagunanya alami, jadi perbedaan kedalamannya berbeda-beda. Berenang di kolam ini relatif aman karena tidak begitu dalam. Jika ingin snorkeling atau diving sebenarnya bisa di pantai tapi arusnya lumayan deras, jadi buat yang tidak berpengalaman ya di kolam alami Batu Lobang saja. Oh iya, sebenarnya 'gerbang'nya itu ada dua. Tapi di kolam yang lebih kecil itu ada terumbu karang yang warnanya ungu pekat, yang katanya beracun. Kami berani lihat saja tidak ambil resiko..

Puas berenang, kami kembali ke darat dan beristirahat. Kebetulan juga ikan sudah ditangkapkan. Jadi kami bisa makan ikan fresh dari laut. Hanya dengan menggunakan api unggun dan meja kayu kecil yang dibuat dari ranting-ranting, kami bisa makan ikan bakar yang enak. Dimakan hangat-hangat dengan nasi putih sambil dicocol sambal kecap. Uuh nikmatnya. Seorang bisa makan sampai 3 ikan, dan masih bersisa juga ikannya buat dibawa pulang ke sekretariat KKN.

Kemudian kami lanjut jalan lagi ke sisi satunya lagi dari Batu Lobang. Bagus banget pemandangannya, apalagi sinar matahari sorenya menimpa air laut dan membuat warnanya jadi lebih cantik. Di sini juga terumbu karangnya cantik-cantik. Hari mulai sore. Kami segera merapikan barang-barang dan berganti baju. Bawaan makin berat karena membawa baju basah. Setelah yakin tidak meninggalkan sampah, kami pulang menggunakan perahu.

Puas juga seharian main di pantai pribadi, eh, Pantai Komang. Karena air lautnya naik, jadi perjalanan pulang lebih mulus daripada berangkat. Tidak banyak tersangkut rumput laut. Di kegelapan, saya melihat banyak sekali sinar keperakan di sekitar perahu, terutama di percikan air ketika perahu melaju. Ternyata itu plankton. Cantik sekali. Pengalaman main ke pulau memang luar biasa. Keanekaragaman flora dan fauna alaminya bikin nagih.

Eh tapi bagaimana ya kalau ke pulau buatan seperti yang ada di Dubai? Sepertinya menarik. Di Dubai juga ada akuarium jumbo kan ya, di Dubai Mall. Bagaimana ya rasanya mengamati fauna laut tanpa harus susah-susah naik perahu dan berenang? Wah jadi pengen banget ke Dubai. [Fira Firdaus, detiktrael]




Post a Comment

Lebih baru Lebih lama
test banner