WHAT IS THE TREND ?



Wheel loader merupakan salah satu jenis alat berat yang banyak digunakan dalam berbagai proyek pembangunan infrastruktur maupun bisnis perusahaan berskala besar, misalnya pertambangan, perkebunan, perkayuan dan sebagainya. Unit ini cukup besar perannya bagi jalannya pekerjaan pada berbagai proyek tersebut. Hampir mustahil proyek pekerjaan yang besar tanpa melibatkan alat ini.

Wheel loader mempunyai fungsi utama melayani pemuatan dan pembongkaran barang muatan dari alat pengangkut seperti dump truck, logging truck atau yang lainnya. Disamping itu masih banyak lagi fungsi lainnya, khususnya yang berkaitan dengan angkat/pindah barang yang berat, pembersihan lapangan, penggusuran atau meratakan tanah dan pekerjaan lapangan lainnya.

Sebagaimana alat berat pada umumnya, maka pengoperasian wheel loader perlu kehati-hatian agar pekerjaan proyek bisa berjalan dengan lancar dan aman. Pekerjaan berjalan lancar artinya pengoperasian unit secara benar akan meningkatkan produktivitas alat itu sendiri. Sedangkan aman, artinya pengoperasian unit yang benar akan membuat aman bagi operator sendiri maupun orang lain.

Oleh karena itu menjadi sangat penting untuk memastikan unit selalu berada dalam kondisi yang normal, siap untuk dioperasikan. Komponen ban untuk unit loader menjadi salah satu hal yang prioritas diperhatikan agar unit selalu siap pakai. Untuk itu, memilih ban yang tepat wajib dilakukan, karena memasang ban loader yang tepat pada unit bisa membuat loader aman untuk dioperasikan dan memberikan hasil kerja yang baik.

Selain itu, tentu masih banyak hal lain yang akan menentukan kelancaran dan keamanan operasinal unit loader dalam aktivitas kerja di lapangan. Berikut, setidaknya 7 tips yang bisa dilakukan untuk operasional loader yang aman, baik bagi operator, orang di sekitarnya dan bagi alat itu sendiri. Berikut uraiannya.

1. Operator profesional

Untuk menjadi operator yang profesional tentu perlu pelatihan khusus dan memiliki kompetensi untuk mengoperasikan unit. Operator yang profesional pastinya tahu cara menjalankan maupun merawat unit secara benar dan aman dengan mengikuti buku manualnya dari pabrik. Operator yang tidak layak atau kurang terlatih bisa menimbulkan bahaya, baik bagi dirinya sendiri maupun orang lain di lokasi kerja.

2. Menyiapkan alat

Sebelum menjalankan alat, pastikan alat dalam kondisi yang layak, manfaatkan cheklist yang sudah dipersiapkan untuk melakukan pemeriksaan. Apabila terdapat kerusakan, segera laporkan dan lakukan perbaikan. Atur kenyamanan dan prosedur keselamatan di dalam kabin alat berat sebelum mengoperasikan alat.

3. Survei rencana areal kerja

Ada baiknya sebelum memutuskan kerja di suatu lokasi telah melakukan pengamatan dan inspeksi rencana areal kerja tersebut. Rencana pekerjaan juga harus dikomunikasikan kepada seluruh personil yang terlibat pada proyek tersebut. Jika perlu, seorang spotter harus ditunjuk untuk membantu operator saat mengoperasikan alat. Spotter berfungsi sebagai pemandu pengoperasian alat.

4. Mengenakan alat pelindung kerja

Mengenakan alat pelindung kerja saat menjalankan unit wajib dipatuhi oleh operator dan pembantunya. Perlengkapan pelindung itu seperti topi proyek, kacamata, perlengkapan jatuh, sabuk pengaman, sarung tangan, sepatu boat dan yang lainnya. Dengan mengenakan alat pelindung diri (APD), tentu bisa mengurangi risiko kecelakaan yang mungkin terjadi.

5. Pastikan lingkungan aman

Sebelum menjalankan unit, pastikan lingkungan di sekitar unit bekerja bebas dari barang ataupun orang. Hal ini perlu dilakukan agar tidak membahayakan bagi orang atau barang yang ada di sekitarnya, disamping juga agar alat bisa bekerja dengan leluasa. Setiap operator yang berpengalaman tentu sudah paham melakukan hal ini. Operator bisa menggunakan klakson atau saluran komunikasi lain untuk memberikan peringatan.

6. Tidak melebihi kapasitas alat

Untuk mengoperasikan alat secara aman, maka ikuti buku manual dari pabrik pembuat alat, termasuk untuk pemeliharaannya. Dalam buku manual sudah diuraikan kapasitas atau muatan maksimum diperbolehkan bagi alat tersebut. Hindari pengoperasian alat melebihi kapasitas, karena hal ini sangat mengandung risiko terjadinya kerusakan alat.

7. Pentingnya komunikasi dalam bekerja

Tersedianya sistem komunikasi yang baik menjadi awal terselenggaranya sistem perlindungan kerja yang baik pula dari risiko kecelakaan. Komunikasi bisa dibangun melalui radio dua arah, walkie-talkie, atau sistem lain. Komunikasi yang efektif sangat penting untuk mencegah kecelakaan di tempat kerja.

Nah, itulah penjelasan singkat mengenai cara operasi unit loader yang aman dari risiko kecelakaan dan penting bagi kelancaran pekerjaan. Semoga selalu selamat dalam bekerja.




Post a Comment

Lebih baru Lebih lama
test banner