WHAT IS THE TREND ?
 


Di era globalisasi sekarang ini, tak bisa dielakkan lagi bagi perusahaan untuk memikirkan masalah pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) jika ingin tetap bertahan. Tantangan di tengah kompetisi bisnis yang semakin ketat saat ini tentu membutuhkan kualitas SDM yang mumpuni. Oleh karenanya, manajemen SDM serta pengembangannya perlu dilakukan untuk membentuk personal yang berkualitas dengan ketrampilan, kemampuan kerja, mampu menyesuaikan dengan kondisi global, dan loyalitas kerja kepada perusahaan.

Strategi pengembangan SDM bisa dilakukan tidak hanya melalui pendidikan atau pelatihan SDM, namun ada banyak cara lain. Ada beberapa strategi yang dapat dilakukan perusahaan dalam mengembangkan dan menemukan SDM yang dibutuhkan. Berikut ini beberapa strategi yang bisa dilakukan perusahaan untuk mewujudkan SDM sesuai kebutuhan agar bisa mencapai target perusahaan ke depannya.

1. Perbaikan Sistem

Perlu dillakukan evaluasi, jika mengharuskan perubahan sistem segera dilakukan untuk menyesuaikan sistem dan prosedur organisasi sebagai jawaban untuk mengantisipasi ancaman dan peluang faktor eksternal di era globalisasi ini. Disamping itu juga diperlukan untuk kelancaran jalannya aktivitas atau operasional perusahaan.

Di era digital sekarang ini, digitalisasi HR (Human Resource) dan HR Analytics menjadi pilihan banyak perusahaan. Hal ini tak lepas dari proses digitalisasi yang semakin massive di semua proses bisnis dari hulu sampai hilir. Ada teknologi digital yang bisa dimanfaatkan terutama software HR untuk mengoptimalkan manajemen sumber daya manusia agar bisa lebih baik, efektif dan efisien. Software HR dianggap sangat membantu dalam proses analisis data karyawan dan menghemat waktu dalam penyajian data.

Selain itu banyak perusahaan yang mempertimbangkan untuk menggunakan HRIS (Human Resource Information System). Aplikasi atau software HRIS ini diyakini sangat membantu HRD perusahaan dalam beberapa hal, seperti : meningkatkan produktivitas kerja HR, meminimalisir kesalahan terutama permasalahan hukum dan kerugian finansial perusahaan, mengawasi jalannya perusahaan agar selalu berada pada koridor hukum dan mematuhi Undang-undang yang berlaku, serta menganalisis performa yang berhubungan dengan berbagai aspek pendukung dalam pengambilan keputusan.

2. Rekrutmen Karyawan

Rekrutmen dilakukan untuk memperoleh SDM sesuai klasifikasi kebutuhan perusahaan sebagai salah satu alat organisasi dalam pembaharuan dan pengembangan. Strategi ini bisa dilakukan oleh perusahaan dalam menilai calon karyawannya untuk menjadi bagian dari perusahaan.

Cara melakukan rekrutmen karyawan yang efektif dan sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan perusahaan, maka ada beberapa tahapan atau proses yang perlu dilakukan, yaitu :
  • Menentukan spesifikasi yang jelas terkait sumber daya manusia di perusahaan baik didasarkan pada tingkat keahlian, jumlah, tingkat pendidikan, serta waktu yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
  • Memproyeksikan daftar guna mencapai tujuan akhir terbaik yang didasarkan pada prediksi kebutuhan posisi serta jabatan yang kosong.
  • Mempertimbangkan tempat perekrutan untuk mencari karyawan yang memiliki kualifikasi terbaik, maka perusahaan harus bisa mencari kandidat atau calon karyawan dari wilayah yang diprediksi terdapat banyak calon ataupun kandidat yang potensial.
  • Mengetahui posisi masuk pertama kali yang sesuai dengan hierarki organisasional. Perekrutan karyawan biasanya dimulai dari posisi entry level pertama untuk mendapatkan kandidat yang lebih banyak sehingga pelamar yang masuk pun akan semakin banyak.
  • Melaksanakan proses rekrutmen yang bisa dilakukan secara tradisional dengan memanfaatkan iklan media seperti surat kabar, poster, ataupun televisi dan juga bisa menggunakan fasilitas online untuk menunjukkan iklan lowongan pekerjaan di internet.
  • Mengumpulkan surat lamaran yang masuk dan penyortiran calon pelamar yang potensial, melakukan panggilan untuk tes dan interview, serta menjalani proses training. Ketika jumlah pelamar yang masuk cukup banyak, tak sedikit perusahaan yang membutuhkan bantuan pihak ketiga untuk mencari kandidat yang cocok.
  • Strategi untuk memikat pelamar atau orang-orang yang dibutuhkan di perusahaan, khususnya pada posisi ahli. Untuk meningkatkan kekuatan upaya perekrutan, perusahaan bisa menentukan daya tarik yang efektif untuk ditawarkan seperti gaji, jenjang karir, ataupun lainnya.


3. Melaksanakan Pelatihan

Pelatihan ditujukan untuk mengembangkan individu dalam bentuk peningkatan ketrampilan, pengetahuan dan sikap. Pelatihan tidak hanya berguna untuk karyawan, tetapi juga bagi perusahaan, dimana perusahaan akan berkembang jika karyawannya memiliki keterampilan dan minat kerja yang tinggi.

Melalui pelatihan inilah, perusahaan dapat menggali potensi karyawannya dengan mengembangkan ketrampilan yang mereka miliki. Dengan begitu, setiap perusahaan yang menerapkan pelatihan pada karyawannya akan menghasilkan SDM yang berkualitas.

Ada tiga tahap dalam sebuah program pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia. Tiga tahapan ini antara lain menentukan kebutuhan program, merancang program, dan mengevaluasi efektivitas program.

4. Melakukan Pembinaan

Pembinaan dapat dilakukan dengan mengatur dan membina karyawan melalui program-program perencanaan dan penilaian SDM, misalnya melalui manpower planning, performance appraisal, job analytic, job classification, dan sebagainya. Hal ini bisa jadi strategi yang ampuh dalam menghasilkan SDM yang berkualitas.

5. Memberikan Kesempatan


Perusahaan hendaknya memberi peluang bagi karyawan untuk memberikan kontribusi dalam pengembangan perusahaan, misalnya melalui kotak surat bagi karyawan. Melalui kotak surat ini, karyawan bisa menyalurkan ide dan gagasannya sebagai masukan bagi perusahaan yang bisa ditelaah bagi kemajuan perusahaan. Dengan begitu bisa membuat karyawan merasa lebih dihargai dan dapat membuat mereka lebih berkembang.

6. Memberikan Penghargaan

Memberikan penghargaan terhadap karyawan yang berprestasi merupakan salah satu strategi pengembangan SDM. Dengan begitu, karyawan lain akan termotivasi untuk menjadi lebih baik, dan berdampak besar dalam perkembangan perusahaan.

Misalnya saja dalam hal penggajian dan pemberian bonus, perusahaan hendaknya memiliki prosedur standar untuk menetapkan kedua hal tersebut. Penyusunan sistem penggajian hendaknya harus mampu memberikan pengaruh untuk mencapai beberapa tujuan seperti membantu tenaga kerja untuk bertahan di perusahaan, menjadi penunjang dari struktur keorganisasian memotivasi dan menjadikannya sebagai sebuah budaya dalam perusahaan, serta mampu menjadi cerminan kemampuan dari keuangan perusahaan.

Itulah beberapa strategi yang bisa dilakukan perusahaan dalam pengembangan SDM. Berkembang tidaknya perusahaan ada di tangan SDM yang dimilikinya. Dengan SDM yang berkualitas, perusahaan mempunyai peluang besar untuk mengembangkan bisnis secara lebih mudah.



Post a Comment

Lebih baru Lebih lama
test banner